METROPOLIS—PART I
“The Miracle And The Sleeper”

The smile of dawn
Arrived early May
She carried a gift from her home

The night shed a tear
To tell her of fear
And of sorrow and pain
She’ll never outgrow

Death is the first dance, eternal

There’s no more freedom
The both of you will be confined to this mind

I was told there’s a miracle for each day that I try
I was told there’s a new love that’s born for each one that has died
I was told there’d be no one to call on when I feel alone and afraid
I was told if you dream of the next world
You’ll find yourself swimming in a lake of fire

As a child, I thought I could live without pain without sorrow
As a man I’ve found it’s all caught up with me
I’m asleep yet I’m so afraid

Somewhere like a scene from a memory
There’s a picture worth a thousand words
Eluding stares from faces before me
It hides away and will never be heard of again

Deceit is the second without end

The city’s cold blood teaches us to survive
Just keep my heart in your eyes and we’ll stay alive

The third arrives…

Before the leaves have fallen
Before we lock the door
There must be the third and last dance
This one will last forever
Metropolis watches and thoughtfully smiles
She’s taken you to your home

It can only take place
When the struggle between our children has ended
Now The Miracle and The Sleeper know
That the third is love

Love is the Dance of Eternity

Isi Lagu

Pada suatu subuh di awal bulan Mei, seorang wanita meninggal dengan tenang. Pria yang amat mencintainya merasakan kesepian yang mendalam. Ia merasa tak ada orang yang dapat dipanggilnya dan bagai berenang di lautan api saat memikirkan tentang kematian itu. Akan tetapi, seiring berjalannya waktu, ia menyadari bahwa kehidupan tidaklah abadi. Ia tahu bahwa cinta itulah yang abadi sehingga membuatnya mampu terus “hidup”.

Apresiasi Bahasa

Metropolis, The Miracle and The Sleeper
Siapa The Miracle? Sang wanita. Sudah pasti itu. Siapa The Sleeper? Sang pria. I’m asleep yet I’m so afraid. Apa itu Metropolis? Latar cerita ini. Metropolis adalah kota yang amat megah. Kemegahannya itu tidak didapatkan dengan seketika, tapi dengan kerja keras dan “darah dingin yang mengalir di dalamnya”, dan inilah yang mengajari sang pria, The Sleeper, untuk tetap bertahan hidup. The city’s cold blood teaches us to survive. Metropolis watches and thoughtfully smiles. She’s taken you to your home.

First, second, and third dance
John Petrucci menuliskan tiga buah tarian di dalam lagu ini, berkaitan dengan cerita di dalamnya. Ketiganya bersifat abadi, dan datang berurutan dengan tarian ketiga sebagai penutup.

  • Pertama, kematian. Kematian sang wanita. Death is the first dance, eternal
  • Kedua, kebohongan. Dusta. “Kebohongan” tentang kematian itu. Sang pria tidak percaya bahwa wanita itu telah pergi. Ia yakin bahwa itu pasti dusta. Karena itulah, “gambar” kenangan dalam benaknya solah-olah makin tersembunyi. Deceit is the second without end.
  • Ketiga, cinta. Inilah yang pada akhirnya menyadarkan sang pria dan membawanya kembali ke kehidupan normal, “rumah”nya. The third is love. Love is the Dance of Eternity.

Kenapa “tarian”?
Kenapa John Petrucci menggunakan kata dance untuk menggambarkan ketiga hal di atas? Menurut saya, karena tarian adalah suatu bentuk seni yang indah. Barangkali beliau ingin menceritakan bahwa ketiga hal tersebut dapat dinikmati seperti karya seni, dan harus dinikmati agar dapat bertahan hidup. Kenapa bukan song? Tarian lebih berbentuk daripada lagu. Tarian lebih konkrit. Kenapa bukan painting, atau carving, atau lainnya? Karena suatu tarian memiliki gerak. Dinamis. Tidak statis seperti ukiran, pahatan, atau lukisan. Pada kematian, terdapat tahap-tahap tertentu. Seseorang yang mati merasakan nyawanya dicabut sebelum ia mati. Setelah itu, ia dimakamkan, dan sebagainya. Pada kebohongan terdapat urutan kata-kata yang dilontarkan. Pada cinta, tentu saja terdapat tahap di mana rasa cinta itu meninggi, menurun, melandai, mencuram, atau bahkan memudar.

Eternal, without end, Dance of Eternity
Apa perbedaannya? Eternal berarti abadi. Without end berarti tanpa akhir. Sedangkan Dance of Eternity berarti tarian keabadian. Ketiganya sama, tetapi memiliki makna yang berbeda dalam Metropolis—Part 1 : The Miracle and The Sleeper. Eternal dihubungkan dengan death, kematian, karena eternal lebih kuat daripada without end. Abadi memiliki kekuatan makna yang lebih daripada tanpa akhir, dan kematian lebih kuat daripada sebuah kebohongan. Paling tidak demikian menurut saya. Without end disambungkan dengan deceit karena memiliki makna yang paling lemah. Yang terakhir, Dance of Eternity, oleh John Petrucci dirangkaikan dengan love. Barangkali kemuliaan cinta itulah yang menjadi alasan penggunaan kalimat Love is the Dance of Eternity. Selain itu, dari ketiga “tarian” di atas, yang benar-benar indah adalah cinta, sehingga layak untuk dirangkaikan dengan Dance of Eternity.