Ada yang tidak tahu Pegasus Fantasy? Tidak mungkin. Lagu ini terkenal gara-gara serial Saint Seiya. Lagu yang dinyanyikan dalam bahasa Jepang itu amat legendaris. Nah, di bawah ini ada English version-nya, dinyanyikan oleh Highlord.

PEGASUS FANTASY
————————————————
by Highlord
dikutip dari Metrolyrics

Burn your Cosmo down
Embrace the power of your soul
To the limit of the stars see a miracle become true
Maybe we will fail

We will learn to feel the pain
Still far is the way but a promise has been done
Pegasus Fantasy it’s only in your dreams
Use the wings of your soul this time no one can stop your fly

Saint Seya – All young warriors
Saint Seya – New heroes will come… Oh yeah!
Saint Seya – Pegasus will lead you
Saint Seya – Right now fly away!

Look up to the sky
Find the evershining stars
Follow them to the end it’s your power feel the strengh
Until that day I promise I won’t fall
I will risk my own life in th ebattle i’ve engaged

Download link : Link 1

Slow Metal. Tiba-tiba kata-kata ini muncul di benak saya. “Iya, ya… kok ga ada istilah slow metal ya? Padahal ada istilah slow rock lho…”

Semua berawal dari pembelian kaset JVC Best Slow Rock 3 dari sebuah toko kaset di Semarang. Di situ ditulis daftar artis yang lagunya dikompilasi : Stratovarius, Angra, Shaman, Edguy, Timo Tolki, Thalion, Helloween, dll. Waktu itu saya belum kenal nama-nama itu kecuali Helloween, tapi insting saya mengatakan bahwa nama-nama di atas adalah nama-nama band metal. Ternyata benar.

Fakta tadi membuat saya bertanya-tanya, ”Kenapa kompilasi slow rock diisi band-band metal? Padahal ada band-band yang saya rasa lebih cocok untuk dikompilasi.” Nah, pertanyaan itu kemudian menimbulkan pertanyaan lain. Ya, seperti yang telah saya sebutkan, kenapa lagu-lagu mereka tidak disebut sebagai slow metal? Dan, kenapa istilah slow metal belum pernah saya dengar? Pertanyaan tadi semakin menguat karena faktanya banyak sekali band metal yang menciptakan lagu-lagu slow. Apakah lagu-lagu itu juga akan dikategorikan sebagai slow rock? Kenapa tidak slow metal?

Untuk menjawab pertanyaan saya tadi, saya mengadakan ”riset” kecil-kecilan. Saya memulai “riset” ini dengan pendefinisian kedua musik itu, yang rupanya sudah cukup menjawab pertanyaan saya. Jadi hanya ada satu kegiatan dalam riset saya : pendefinisian rock dan metal. Apa itu musik metal? Apa itu musik rock?

Metal adalah sebuah genre musik yang sudah memiliki sejarah panjang, sub genre yang amat beragam, dan pengikut yang tak sedikit. Sub genre dari musik ini berdiferensiasi mulai dari Death Metal sampai Nu Metal. Benang merah yang menghubungkan sekian banyak sub genre tadi hanya satu : musik cadas yang mengutamakan ketebalan suara gitar dan drum disertai solo gitar secepat kilat. Karakter vokal boleh berbeda : seperti monster (growl, scream), tinggi melengking, atau malah operatik. Kombinasi aransemen juga bisa berbeda : ada yang dipengaruhi musik klasik, ada pula yang dipengaruhi hiphop, tetapi prinsip Bhineka Tunggal Ika berlaku di sini : “Biarpun berbeda, kami adalah musik metal yang cadas. :D”

Rock, di sisi lain, adalah musik yang berkembang dari blues, country, dan lain-lain. Dalam wujudnya yang paling murni, rock & roll memiliki 3 kord dan melodi yang catchy. Genre ini kemudian dipadukan dengan warna lain untuk memperkaya dirinya. Ketika musik folk disilangkan dengan rock, terbentuklah folk rock. Blues-rock, yang merupakan “anak” dari pernikahan blues dan rock, mendeklamasikan diri sebagai salah satu sub genre dari rock. Selain itu, masih ada punk rock, progressive rock, dan lain-lain, termasuk heavy metal. Nah, di sinilah titik terang untuk masalah saya. Heavy metal (baca: musik metal) adalah anak cabang dari genre ini, sebagaimana ditulis dalam wikipedia.

Heavy metal (often referred to simply as metal) is a genre of rock music[1] that developed in the late 1960s and early 1970s

Ha! Saya sudah menulis di atas. Ya, metal adalah bagian dari rock yang mengutamakan ketebalan suara gitar dan drum disertai solo gitar secepat kilat.

Nah, kembali ke awal, saya bertanya-tanya : kenapa tidak ada Slow Metal, sementara ada Slow Rock? Jawabannya ya itu tadi : karena metal adalah musik cadas yang mengutamakan ketebalan suara gitar dan drum disertai solo gitar secepat kilat. Metal adalah musik cadas. Kalau mau mencipta musik/lagu slow, maka rock yang akan menampungnya. Jadi, “haram” kalo membuat musik slow untuk metal, semacam slow rock. Akibatnya, sejauh yang saya ketahui, band-band metal yang membuat lagu slow akan mendapati lagu-lagu slow itu dikompilasi ke dalam album Slow Rock Collection.

[Tale of The Snowdancer] Part 9 : Of Winter Queen and Summer King

“Di suatu tempat di bumi ini, terdapat sebuah negeri makmur yang memiliki 4 musim: musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Keempatnya diatur dengan harmonis dan sempurna oleh sang Raja dan Ratu Musim. Sang raja, yang memiliki phoebys, Permata Matahari, menjadikan bunga-bunga bersemi pada musim semi dan menyempurnakan sinar matahari pada musim panas. Sang ratu, dengan Permata Salju nivaline-nya, menghembuskan kesejukan pada pepohonan dan daratan luas, menandai datangnya musim gugur dan musim dingin. Dengan demikian, keduanya disebut sebagai Raja Musim Panas dan Ratu Musim Dingin.

Akan tetapi, pada suatu malam di musim dingin, sang raja yang telah tua menghembuskan nafas terakhirnya, meninggalkan sang ratu seorang diri. Meskipun phoebys telah diletakkan dalam genggaman sang ratu, kesendirian itu tidak dapat dihindari. Meskipun akhirnya sang ratu tahu bahwa jiwa rajanya akan kembali ke suatu jasad dan bersatu kembali dengannya, ia sudah lupa cara menghentikan tangisan dan kesedihannya. Ia sudah tenggelam dalam tariannya sepanjang waktu, bersama salju yang turun dan angin dingin yang berhembus. Ia sudah menjadi Penari Salju, orang-orang melupakan kisahnya, dan negeri tempatnya berada kini disebut sebagai Winterland,” kata Penari Salju. Ia, sambil tersenyum, menatap laki-laki di depannya dengan pandangan yang tak bisa dimengerti sebelum melanjutkan, “Namaku Annette, sang Penari Salju, yang dulu pernah dikenal sebagai Ratu Musim Dingin. Dan kau adalah Bern si pengelana, yang pernah dikenal sebagai Issys, sang Raja Musim Panas, yang kini telah kembali ke singgasananya.”

Dalam keheningan yang tercipta, Bern lebih terkejut kali ini. Belum habis kekagetannya tentang Aram, sebuah pernyataan yang bahkan lebih mengejutkan telah disampaikan kepadanya. Ia adalah Raja Musim Panas! Sejenak kemudian, dengan menggenggam phoebys yang diberikan oleh Annette, ia mengetahui bahwa jiwanya yang hakiki sedang mulai bangun dan mengambil alih raganya. Ia mengetahui bahwa jiwa itu telah puluhan kali memasuki tubuh-tubuh lainnya dan mencoba kembali ke singgasananya di gunung ini. Ia juga mengetahui bahwa sesungguhnya ia amat mencintai permaisurinya itu, dan inilah sebabnya ia tahu di mana wanita dalam mimpinya berada. Ini pula yang menjadi alasannya untuk tetap bertarung dengan Aram beberapa saat lalu. Kemudian, setelah terdiam beberapa saat, dengan senyum damai dan tatapan mata yang hangat ia berkata, “Aku kembali, Annette. Bersama musim semi dan matahari.”

OF WINTER QUEEN AND SUMMER KING

There, in a nameless timeline, where a nameless spot belongs
Lies a land that is long forgotten
A heavenly land of springs and summers
A peaceful land of autumns and winters

There, in a nameless island, where a nameless mount belongs
Lasts a tale that is long unspoken
Of a mighty king of springs and summers
Of a graceful queen of autumns and winters

Phoebys, the jewel of the sun
Blessing for my king and a warm gentle fun
Nivaline, the jewel of the snow
Blessing for my queen and a soft clement row

He bestows the colors of flowers in a gentle spring
He perfects the rays of sun in a warm summer
He is the Summer King
She blows away the streams of winds in a soft autumn
She calls down the pieces of snows in a clement winter
She is the Winter Queen

Once upon a time
A love lost its rhyme
It could’ve been a precious winter night
It has been a miserable winter night
When the phoebys was in her hand
Reality seemed like a fiend
A mighty king is now far away
Leaving his queen in her lonely stay

“It was his last breath
He has gone, will he come back soon?”

There, in a nameless timeline, where a nameless spot belongs
Lasts a tale that is long unspoken
Of a graceful queen of autumns and winters
Of a beautiful lady dancing in winters

She blows away the streams of winds of a soft autumn
She calls down the snows in an eternal horrid winter
She is the Snowdancer
She blew away the streams of winds in a soft autumn
She called down the pieces of snows in a clement winter
She was the Winter Queen

Beyond the silver clouds where mighty eagles fly
In the vast blue sky where the silky zephyrs blow
A lucid soul wanders over the oceans of time
Makes a wish to find its way back home

No folk in this whole world ever asked me why
Any reason any season they don’t want to know
And the seconds keep ticking over the seas of time
Wait for a body to end the poem

Now comes Bern the wanderer
To see the Snowdancer
He comes with sincerest soul
Once was the Summer King’s soul

And he says to the dancer,
“I am home here forever”

He’ll bestow the colors of flowers in a gentle spring
He’ll perfect the rays of sun in a warm summer
He’s now the Summer King
She’ll blow away the streams of winds in a soft autumn
She’ll call down the pieces of snows in a clement winter
She’ll be the Winter Queen

Dark Passion Play cover

Album : Dark Passion Play
Artist : Nightwish
Publisher : Nuclear Blast, 2007
Rate : 4.5/5

Dark Passion Play, album terbaru Nightwish yang mempersembahkan vokalis baru, Anette Olson, setelah pemecatan Tarja Turunen, baru saja saya simak sepenuh hati 😀 Sebetulnya album ini sudah beredar lama, tapi saya baru saja mendapatkannya dari internet.

Jauh sebelum saya mendengar keseluruhan isi album, saya sudah tahu karakter vokal Anette. (Download demonya ^_^) Sebening kristal, tinggi melengking, dan sama sekali berbeda dengan Tarja. Akan tetapi, justru karakter vokalnya yang demikian itulah yang membuat saya terkesan : nyanyian yang straight to the heart. Pada lagu-lagu keras, Anette adalah tusukan-tusukan yang sangat tajam, berbeda dengan Tarja yang merupakan gelombang pukulan bertubi-tubi. Di lagu-lagu lembut, Anette bernyanyi bagaikan seorang princess (puteri), amat berbeda dengan Tarja yang bernyanyi laksana seorang dewi.

Di album ini, Nightwish benar-benar mengajak kita untuk bertualang di dunia yang penuh fantasi. Mereka amat totalitas, dilihat dari lirik yang membentuk jalinan cerita utuh di keseluruhan album, sampai berbagai aransemen yang simfonik dan fantastik. Saya benar-benar terbuai, masuk ke negeri dongeng. Ini jujur lho…

Sebuah lagu dahsyat berdurasi hampir 14 menit, The Poet And The Pendulum, membuka album ini dengan lirik yang tak kalah panjang. Bye Bye Beautiful, lagu berikutnya, langsung membuat saya ngeh karena beat-nya yang asyik. Anette bernyanyi di bagian verse. Lembut. Tiba-tiba, Marco mengubah kelembutan tadi dengan garang dengan teriakannya, tapi justru di sinilah hook-nya. Dua buah lagu yang dipasang setelahnya, Amaranth dan Cadence Of Her Last Breath, adalah lagu-lagu yang catchy. Mungkin gara-gara lagu inilah orang-orang berpendapat bahwa Nightwish sekarang seperti band pop rock biasa. Tapi buat saya, Nightwish masih merupakan salah satu band simfonik metal terbaik.

Di Master Passion Greed, Marco Hietala bernyanyi sendiri, mengumbar kegarangan dan kegelapannya dalam lagu yang berat. Konsekuensinya, lagu menjadi kurang catchy, apalagi setelah didahului Amaranth dan Cadence Of Her Last Breath. Terlalu kontras. Sebuah contoh kontras lain adalah Eva, lagu berikutnya, yang amat lembut, yang membuat saya membayangkan seorang gadis kecil yang kesepian.

Kisah 1001 malam kembali terngiang di telinga saya ketika Sahara dilantunkan, diikuti Whoever Brings The Night yang sangat kental nuansa Timur Tengah nya, terutama di bagian chorus. Selanjutnya, saya tidak keberatan kalau Anda merasa berada di sebuah pulau tanpa nama, dengan suku-suku yang masih primitif, di tengah-tengah kehidupan mereka, saat Anda mendengarkan Islander, dan amat setuju kalau Anda berada di alam dongeng Nordic ketika menyimak Last Of The Wild.

For The Heart I Once Had bisa jadi adalah favorit saya karena intro dan chorus yang amat kuat dalam meninggalkan kesan balada, seperti juga 7 Days To The Wolves. Sementara itu, lagu Meadows Of Heaven yang komposisinya terpengaruh gaya celtic amatlah cocok diletakkan di akhir album. Kelembutan lagu ini menutup seluruh album dengan amat apik, sebagai pasangan dari pembukaan yang dahsyat.

Nightwish, seperti yang telah saya tulis di atas, benar-benar sukses memanjakan telinga saya dengan album ini. Ya, di album ini ada semuanya : lagu berat, simfonik, balada, lagu-lagu catchy. Sebuah karya besar dari sosok baru Nightwish. Sebagai penutup, saya berkesimpulan ini adalah album yang harus Anda miliki, jika Anda penggemar simfonik metal pada khususnya, dan penggemar metal secara umum. Sekali lagi salut untuk Nightwish dengan semangatnya. Bravo!

Kalau ditanya siapa panutan gitaris rock, kebanyakan orang akan menyebut nama Jimi Hendrix. Publik tidak mungkin tidak mengagumi permainannya pada tahun 1967. Padahal, 11 tahun sebelum itu, seorang pemuda Maluku sudah menggunakan gigi dan kakinya untuk memainkan gitar. What?? Ya. Dia adalah Andy Tielman, frontman dari The Tielman Brothers.

The Tielman Brothers adalah band asli Indonesia. Mereka lahir dengan nama The Timor Rhythm Brothers pada 1945. Nama itu kemudian diubah menjadi The Four Tielman Brothers pada 1957 dengan formasi empat orang bersaudara : Andy Tielman (lead guitar, vocals), Reggy Tielman (2nd lead guitar, vocals), Ponthon Tielman (double bass, vocals), Loulou Tielman (drums, vocals). The Tielman Brothers akhirnya dijadikan nama mereka pada 1960.

Karir band ini dimulai di Surabaya, ketika 5 orang Tielman bersaudara mulai memainkan lagu-lagu daerah dan menampilkan tarian-tarian tradisional. Pertunjukan mereka berlanjut, hingga akhirnya mereka menjadi The Timor Rhytm Brothers dan melakukan tour sepanjang perkemahan prajurit Belanda. Pada 1949 mereka bermain di Jakarta, namun bukan untuk orang Belanda, melainkan untuk orang Indonesia. Sayangnya, mereka harus pindah ke Belanda pada 1957. Kepindahan itu dilakukan karena Herman Tielman, ayah sekaligus manajer Tielman bersaudara, berpendapat bahwa masa depan anak-anaknya lebih terjamin di negeri kincir angin itu. Faktanya, mereka ditawari kesempatan tur ke seluruh Indonesia, dengan syarat mengubah kewarganegaraan mereka dari Belanda menjadi Indonesia.

Dengan membawa budaya tropis dan kecintaan kepada gitar, mereka melahirkan Indorock yang bercirikan dominasi gitar yang dipadukan dengan musik Hawaii, country, dan Rock n Roll. Panggung tempat mereka bermain selalu dipenuhi aksi-aksi spektakuler di jamannya : style main gitar dengan meliuk ala Heavy Metal 80-an, aksi manggung liar ala Punk, main drum sambil berdiri ala Lars Ulrich Metallica, dan mbetot bas di bawah ala Korn. Jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page, atau Ritchie Blackmore mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan, Andy Tielman telah memperkenalkan aksi akrobatik legendaris ini sejak tahun 1957 bersama The Tielman Brothers. Dedikasi dan inovasi Andy yang sangat berpengaruh bagi perkembangan budaya pop belanda membawa gelar The Godfather of Dutch Rock & Roll, The Uncrowned King of Indorock, dan penghargaan Order of the Orange-Nassau ke pangkuannya.



Satu hal yang menyedihkan dari mereka adalah kenyataan bahwa The Tielman Brothers hingga kini masih merupakan nama yang asing di tanah mereka sendiri. Saya pribadi mengenal mereka belum lama ini. Kini figure yang tersisa dari mereka adalah Andy Tielman dan Reggy Tielman. Tiga orang saudara mereka tercinta, Ponthon, Loulou dan Jane Tielman telah meninggal dunia dengan tenang sebelumnya. Jane wafat pada tahun 1993 dan Loulou menyusul setahun kemudian di Australia. Ponthon sendiri wafat di Jember, Jawa Timur pada tahun 2000 silam.

Tidak dapat dipungkiri bahwa The Tielman Brothers adalah fenomena besar. Dengan sepenuh hati, saya angkat topi dan membungkukkan badan untuk The Tielman Brothers. Four Thumbs Up! Keep Up The Rockin Spirit!

Sumber :
http://indorock.pmouse.nl/tielmanbrothers1.htm
http://www.nasikucing.com/viewtopic.php?t=2912

[Tale of The Snowdancer] Part 8 : Dance of The Snowdancer

Sehelai rambut terbang tertiup angin di pucuk Frostpeak, melayang-layang dengan anggun, bergerak kesana kemari hingga akhirnya menghampiri wajah seorang pria. Sang pria, yang kemudian menggenggam rambut yang menghampirinya, memandang ke depan, ke arah seorang wanita anggun yang sedang berdansa seiring jatuhnya salju. Pria itu bernama Bern. Yang wanita tak lain adalah sang Penari Salju

Salju masih tetap turun dengan anggun saat sepasang kaki berganti langkah, membentuk irama baru tarian sang Penari Salju. Kedua lengannya berayun dan melambai; kadang bergerak seolah melukis lingkaran dan bentuk-bentuk dunia, kadang terentang seperti sepasang sayap burung bangau, kadang terkatup di depan dadanya. Gaun putih yang membalut tubuhnya seolah ikut larut dalam irama itu : perlahan, anggun, indah, namun sedih dan mencekam. Barangkali ini adalah dansa tentang hati yang kehilangan, entah apa itu.

DANCE OF THE SNOWDANCER

Once the northern winter wind blows
Truly it comes to a hand, my beautiful dance
Once my shimmering winter land knows
Then all wanderers will go, but without a chance

Swing swing, and another shape of this earth
Tap tap, and another rhythm, not a sign of a mirth
Tick tick, and another time to flap your wing
Flap flap, and another wing flapped to be freely crying

Oh the sun shines brightly but it’s cold
Oh the skies are blue but it’s white
Oh the summer comes again but it’s still in a winter
‘Cause the Snowdancer is dancing now

She have the snows
The heaven knows
Fall to pieces
Give her kisses
Pitiful loss
Wrapped in a gloss
No time to fly
She’ll never cry

And the dance will continue
Until no winter comes to you

Anda sekalian pernah gak denger lagu bagus trus jd pengin punya rekamannya? Entah itu cd ato kaset ato mp3… Tapi kalo ternyata tuh lagu aliran minoritas gimana? Mau beli kaset, kok ga ada. Mau beli cdnya kok mahal. Apalagi klo ga tau albumnya yg mana… hiks hiks. Saya sering mengalami yang seperti itu. Kebetulan suatu hari ada teman saya yang memberi pencerahan, bahwa di rimba maya ini masih ada “setetes air”, cara untuk menghilangkan kehausan akan lagu. Caranya saya tulis di bawah ini. Mungkin memang sudah banyak yang tau (makanya ada tambahan “Lagi-lagi”), tapi di sini saya cuma ingin membagikan apa-apa yang saya tahu.

Cara pertama :

  1. Ketik ?intitle:index.of? mp3 [artist] [title] di google search box.
    Contoh : ?intitle:index.of? mp3 "Linkin Park" "Numb"
  2. Setelah google menampilkan hasilnya, pilih link yang ada “/”-nya, misal Index of /linkin-park . Ini untuk membawa Anda ke direktori suatu website yang menyimpan file mp3 itu.
  3. Tinggal pilih deh.

Cara kedua :

  1. Ketik di search box google site:multiply.com/music [artis] [lagu] . Misalnya saya ingin mencari seperti site:multiply.com/music kerispatih mengenangmu .
    Lihat hasilnya… lalu klik salah satu dari Link yang telah disediakan.
  2. Kalo misalnya yang Anda cari di google tadi gak berhasil, coba hilangkan “/music” Contoh : site:multiply.com samson kisah tak sempurna
  3. kalo dah keluar link-linknya… cobain lagi buka-buka link nya dan download sepuasnya….

Cara ketiga :
Anda tahu imeem kan? Di situ ada berbagai macam musik yang siap dinikmati. Yah, walaupun harus daftar dulu sih.. Akan tetapi, meskipun lengkap, tidak bisa didownload langsung. Link download yang disediakan malah mengantar kita ke depan toko online. >_<

Lalu bagaimana? Ada bantuan Add-On firefox yang bernama “Video Download Helper”. Judulnya memang Video, tapi add-on ini ternyata juga berfungsi untuk download (streaming) gambar, animasi, dan musik. Cara kerjanya adalah dengan merekam file streaming yang disimpan di cache lalu disimpan di harddisk.

Cara mendownload:

  • Setelah diinstall add-onnya, restart firefox Anda. Perhatikan sebelah kanan address bar. Ada ikon baru yang tampil, bentuknya seperti tiga buah bola.
  • Buka imeem. Kalau belum daftar, tidak semua lagu yang Anda inginkan bisa didengarkan, cuma lagu yang ada di halaman pertama yang bisa., coba buat didownload saja dulu.
  • Jalankan musiknya, setelah itu ikon download helper akan beranimasi (bergerak-gerak).
  • Klik disebelah kanannya sedikit (bukan pas di tengah2), nanti akan muncul drop-down pilih yang mana saja, biasanya ada ikon tas di paling bawah.
  • Namai dengan file extensi .mp3, maka akan di download menunggu sampai lagunya selesai.

Cara keempat :
Kunjungi http://www.googlepirate.com/

Nah, selamat mencoba, semoga bermanfaat.

Catatan :
Cara pertama saya dapatkan dari kiriman email teman saya, sedangkan yang kedua dan ketiga saya dapatkan dari forum tetangga. Untuk cara yang ketiga, saya belum coba jadi maaf kalau ada kesalahan.